Sebagai orang dengan OCPD (obsessive compulsive personality disorder), aku selalu ingin semua terlihat sempurna. Begitupun dengan suamiku. Aku selalu ingin dia jadi orang baik. Jika aku melihat sedikit saja cacat dari suamiku, aku dengan panjang lebar pasti menasehatinya. Aku ingin dia jadi suami dan ayah yang baik. Aku ingin dia jadi kepala rumah tangga yang baik.
Sejak awal menikah sampai beberapa waktu yang lalu, aku masih sering menegurnya jika dimataku dia salah. Itu karena aku masih peduli padanya. Aku ingin dia jadi orang yang lebih baik. Tapi akhir-akhir ini, aku sudah kehilangan peduliku untuknya. Aku sudah tak pernah ambil pusing perihal apapun yang dia lakukan dan dia katakan. Semuanya tidak lagi berarti untukku.
Hari ini, aku berjanji pada diriku sendiri untuk berhenti 'bicara' padanya. Karena bertahun-tahun kepedulianku ternyata tak pernah dianggapnya, tak pernah didengarnya. Dia melakukan apapun semaunya. Benar salah, menurutnya itu bukan urusanku. Menurutnya, tugasku cukup di rumah mengurus anak, mengurus rumah, mengurus makanan, cucian, menerima uang darinya berapapun itu. Aku tidak berhak marah, tapi dia berhak. Aku tidak berhak kasar, tapi dia boleh. Jadi hari ini aku benar-benar menyerah.
Aku hanya bisa berdoa semoga Allah memberiku kekuatan untuk bertahan. Bukan bertahan hidup dengannya, tapi bertahan dengan apapun cobaan yang Allah beri, sampai aku menemukan kekuatan dan keberanian untuk berdiri di atas kakiku sendiri.
Mulai hari ini, hari akan semakin sunyi. Tapi hati dan pikiranku tak akan pernah mati. Aku akan tetap berjuang demi diriku sendiri, dan juga ketiga buah hatiku.
Komentar
Posting Komentar